Jurnal Stikna http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna <p>Jurnal STIKNA : Jurnal sains, teknologi, Farmasi dan kesehatan</p> en-US atha8237@gmail.com (Athaillah, S.Si., M.Sc.) atha8237@gmail.com (atha) Thu, 27 Dec 2018 00:00:00 +0000 OJS 3.1.2.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 HUBUNGAN DURASI KERJA DENGAN KANDUNGAN TIMBAL DAN HEMOGLOBIN DARAH PADA PETUGAS DINAS PERHUBUNGAN DI TERMINAL AMPLAS TAHUN 2018 http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/64 <p>Timbal umum ditemukan pada bahan bakar terutama bensin dapat mengakibatkan masalah kesehatan masyarakat. Keberadaan timbal dalam darah merusak sistem pernapasan, sistem saraf, serta meracuni darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan durasi kerja dengan kadar timbal dan hemoglobin darah pada petugas dinas perhubungan UPT terminal amplas tahun 2018.</p> <p>Penelitian ini menggunakan desain cross sectional untuk menganalisis hubungan durasi kerja dengan kadar timbal dan hemoglobin responden. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan 30 orang responden yang merupakan petugas lapangan apakah ada hubungan durasi kerja dengan kadar timbal dan hemoglobin darah pada petugas dinas perhubungan UPT terminal amplas</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 responden memiliki kadar timbal dalam darah &lt;5 µg / dl, 14 responden memiliki kadar timbal dalam darah 5-10 µg / dl, dan tidak ada responden yang memiliki timbal darah &gt;10 µg / dl. Seluruh responden memiliki kadar hemoglobin normal. Terdapat hubungan yang signifikan durasi kerja dengan timbal darah petugas dinas perhubungan UPT terminal amplas.</p> <p>Disarankan untuk melakukan sosialisasi dan monitoring paparan timbal pada petugas dinas perhubungan UPT terminal amplas</p> Vina Anggina Hutasuhut, Mariany Razaly, Khodijah Tussolihin Dalimunthe Copyright (c) 2018 http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/64 Mon, 31 Dec 2018 00:00:00 +0000 UJI TOKSISITAS SUBAKUT EKSTRAK DAUN TEMBAKAU (Nicotiana Tabacum L.) YANG DIFERMENTASI TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI ORGAN VITAL MENCIT(Mus Musculus) http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/71 <p>Penilitian ini mempunyai tujuan jangka panjang yang ingin di capai adalah mengetahui toksisitas dari tanaman tembakau yang terfermentasi yang diaplikasikan pada mencit, dan melihat histologi dari organ vital pada mencit. Target &nbsp;khusus &nbsp;yang&nbsp; ingin &nbsp;dicapai &nbsp;dalam &nbsp;penelitian &nbsp;ini &nbsp;adalah &nbsp;Mengetahui toksisitas sub akut daun tembakau yang terfermentasi yang diaplikasikan pada mencit, dilihat melalui histologi organ vital mencit, Mengetahui dosis toksin yang ditimbulkan daun tembakau yang terfermentasi untuk kesehatan masyarakat. Metode &nbsp;yang&nbsp; akan &nbsp;di &nbsp;pakai &nbsp;untuk &nbsp;mencapai &nbsp;tujuan &nbsp;jangka &nbsp;panjang &nbsp;dalam penelitian ini menggunakan penelitian secara eksperimen dengan ketentuan- ketentuan menentukan sampel Mencit (Mus Musculus) , Pengambilan sampel Mencit sebanyak 36 ekor berdasarkan berat badan, jenis kelamin., Pemberian toksin daun tembakau yang terfermentasi terhadap mencit, Pemeriksaan uji toksisitas sub akut terhadap mencit dan melihat histologi organ vita pada mencit.</p> Novita Sari Barus, Sony Sony, Salman Salman, Mahmudi Mahmudi, Rita Sunartaty Copyright (c) http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/71 Tue, 11 Dec 2018 00:00:00 +0000 EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN CIPLUKAN (Physalis minima L) TERHADAP RELAKSASI OTOT POLOS TRAKEA MARMUT TERISOLASI (Cavia porcellus) (THE EFFECT OF PHYSALIS MINIMA L’S LEAF ETHANOL EXTRACT TO THE ISOLATED SMOOTH MUSCLE RELAXATION OF GUINEA PIG’S (Cavia porcellu http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/72 <p>Asma merupakan suatu penyakit akibat penyempitan saluran pernapasan dengan prevalensi sekitar 20% di dunia. Salah satu tujuan pengobatan asma yaitu menurunkan kontraksi otot polos bronkus. Ciplukan (<em>Physalis minima</em> L.) merupakan tanaman herbal yang mengandung alkaloid, glikosida, flavonoid, saponin, tanin dan steroid/ triterpenoid yang digunakan untuk mengobati asma. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah ekstrak etanol daun ciplukan (EEDC) dapat merelaksasikan otot polos trakea marmut terisolasi yang diinduksi dengan asetilkolin.</p> <p>Penelitian ini dilakukan secara <em>in vitro</em> dengan menggunakan alat <em>organ bath</em>. Parameter yang diukur adalah kontraksi dan relaksasi otot polos trakea marmut terisolasi. Sebelum dilakukan pengujian, trakea diinkubasi dalam <em>organ bath </em>yang berisi larutan kreb’s pada suhu 37ºC dan diaerasi dengan gas O2:CO2 (95%:5%). Pengujian efek relaksasi dilakukan setelah trakea marmut dikontraksi dengan asetilkolin, kemudian diberikan konsentrasi kumulatif EEDC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EEDC (0,5-4 mg/ml) merelaksasikan otot polos trakea marmut terisolasi yang dikontraksikan dengan asetilkolin 1,43 x 10<sup>-4</sup>M (r=0,982; p&lt;0,05). EEDC pada konsentrasi 4mg/ml tidak berbeda nyata dengan atropin sulfat 1 x 10<sup>-6</sup>M dalam menurunkan kontraksi otot polos trakea marmut terisolasi yang diinduksi oleh asetilkolin 1,43 x 10<sup>-4</sup> M (p&gt;0,05).</p> Evi Depiana Gultom Copyright (c) 2018 http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/72 Mon, 31 Dec 2018 00:00:00 +0000 HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN TERHADAP PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA LAS BESI DI KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2018 http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/73 <p><em>Data from the International Labor Organization (ILO) in 2013, as many as 1 worker in the world die every 15 seconds due to work accidents and 160 workers experience work-related illness due to behavior of not using Personal Protective Equipment (PPE). The purpose of this study is to determine the relationship of knowledge, attitudes, and actions on the use of Personal Protective Equipment (PPE) on iron welding workers. This type of research is analytic survey with cross sectional design. The study was conducted in Percut Sei Tuan District, Deli Serdang District. The population in this study were 378 people and 79 samples were obtained. Measurement using questionnaires and observations. Data were analyzed by univariate and bivariate using Chi-Square test at 95% confidence level (a = 0.05). The results showed that knowledge was significantly related to the use of personal protective equipment (PPE) in Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency in 2018 (p-value) = 0.021 &lt;0.05. Attitudes are significantly related to the use of personal protective equipment (PPE) in Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, 2018 (p-value) = 0.024 &lt;0.05. The actions are significantly related to the use of personal protective equipment (PPE) in Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, 2018 (p-value) = 0.001 &lt;0.05. It is recommended to health workers at the Puskesmas Percut Sei Tuan to provide counseling on the importance of using personal protective equipment for iron welding workers to reduce the number of accidents due to unsafe work.</em></p> Khodijah Tussolihin Dalimunthe, Dyayu Bagus Mithami Copyright (c) 2018 http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/73 Mon, 07 Jan 2019 00:00:00 +0000 STRATEGI PEMASARAN HASIL TANGKAPAN IKAN TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN TRADISIONAL DI DESA PALUH SIBAJI KECAMATAN PANTAI LABU KABUPATEN DELI SERDANG http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/74 <p>Perairan Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu wilayah perairan yang memiliki sumber daya ikan yang cukup di Kabupaten Deli Serdang. Sumber daya ikan tersebut telah banyak dimanfaatkan oleh nelayan di Kabupaten Deli Serdang. Tingginya produksi ikan hasil tangkapan tersebut perlu didukung oleh pemasaran yang baik agar semua pelaku usaha dapat memperoleh manfaat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk&nbsp; menentukan Strategi Pemasaran Hasil Tangkapan Ikan Di desa Paluh Sibaji Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Deli Serdang. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan yang melakukan kegiatan menangkap ikan di Kecamatan Pantai Labu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei, sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan Analisis swot.</p> <p>Hasil penelitian menunjukan strategi yang diperoleh untuk meningkatkan pemenasaran hasil tangkapan ikan nelayan tradisional di desa Paluh Sibaji Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang adalah strategi SO (<em>Strengths</em>-<em>Opportunites </em>yaitu mengunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan kegiatan Meningkatkan Produksi Optimalkan peran SDM untuk meningkatkan pemasaran produk di pasaran. (S1-O1) Tingkatkan kontinuitas dan kelancaran distribusi (S2-O3) Perluas pangsa pasar dengan sistem distribusi yang handal dan optimalisasi pemasaran (S3-O3) Pemberdayaan&nbsp; SDM dalam memanfaatkan kemudahan memasarkan hasil tangkapan ikan &nbsp;(S1-03) Optimalkan kualitas ikan sesuai kebutuhan pasar untuk mencapai harga sesuai pasaran (S3-04) Sosialisasi tenaga kerja&nbsp; agar memahami peran pemerintah&nbsp; dalam pengamanan nelayan &nbsp;(S4-O2).</p> <p>Berdasarkan uji F modal kerja, pengalaman melaut dan jarak tempuh memiliki pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap pendapatan nelayan. Berdasarkan Uji t disimpulkan bahwa yang paling dominan mempengaruhi pendapatan nelayan adalah jarak tempuh. Pada hasil analisis koefisien derterminasi didapat nilai <em>R Square </em>(R<sup>2</sup>)<sup>&nbsp; </sup>sebesar 0,440 yang berarti bahwa 44,0% variabel pendapatan nelayan dapat dipengaruhi oleh modal kerja, pengalaman melaut dan jarak tempuh. Sedangkan 56% sisanya dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.</p> Iffan Fuady Harahap, Anggi Tias Pratama, Abdul Rizal i Copyright (c) 2018 http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/74 Mon, 07 Jan 2019 00:00:00 +0000 PENENTUAN KOMPONEN DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI MINYAK ATSIRI BAHAN SEGAR RIMPANG JAHE GAJAH (Zingiber officinale Roscoe var. officinale) http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/75 <p>Telah dilakukan isolasi dan penentuan komponen serta uji aktivitas antioksidan minyak atsiri bahan segar rimpang jahe gajah (<em>Zingiber officinale</em> Roscoe var. <em>officinale</em>). Isolasi minyak atsiri dilakukan dengan destilasi stahl dan komponen kimianya dianalisis menggunakan GC-MS. Dimana diperoleh Komponen minyak atsiri yang dominan adalah geranial (13,97%), 1,8-sineol (12,6%), neral (10,94%), kamfen (8,63%), zingiberen (6,17%). Setelah itu, minyak atsiri dan ekstrak ditentukan aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH radikal bebas. Nilai IC50 yang diperoleh adalah 1.218,70 μg/ml. hal ini menunjukkan bahwa minyak atsiri rimpang segar jahe gajah memiliki sifat antioksidan.</p> Ratih Paramitha, Edi Tantono Copyright (c) 2018 http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/75 Mon, 31 Dec 2018 00:00:00 +0000 USE OF GRID COMPUTING INFRASTRUCTURES FOR IN-SILICO DRUG DISCOVERY AND DRUG DESIGN : A REVIEW http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/76 <p>The development of new drugs with potential therapeutic applications is one of the most complex and difficult in the discovery of new drugs. Discovery new drug candidate compounds also require millions of dollars and takes many years to become a new drug that is ready to be marketed. One of the main challenges facing researchers in drug discovery is the need for data access and the need for massive computing power in a collaborative environment. Grid techniques can present an architectural framework that aims to provide access to heterogeneous resources in a way that is secure, reliable and scalable. Computer grid technology provides innovative infrastructure for the application of scientific and industrial complex in the field of search research and drug design. In this review, we discuss the application of computer grid technology for drug discovery, which is accompanied by an overview of computer grid architecture for drug discovery.</p> Salman Salman Copyright (c) 2019 STIKes Nurliana Medan http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/76 Sat, 17 Aug 2019 13:48:17 +0000 Pemanfaatan Ubi Jalar Ungu Sebabagi Antikoksidan Dalam Bentuk Sediaan Effervessent http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/95 <p>Ubi jalar ungu (<em>Ipomoea batatas</em> L.) sebagai sumber antosianin yang dapat berfungsi sebagai antioksidan, antimutagenik, dan antikarsinogenik. Dalam penelitian ini ubi jalar ungu akan diformulasikan menjadi sediaan serbuk <em>effervescent</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ubi jalar ungu dapat&nbsp; diformulasikan menjadi sediaan serbuk <em>effervescent</em> dan pada formula keberapa yang paling efektif dengan perbandingan antara basa (natrium bikarbonat)&nbsp; dan asam (asam sitrat dan asam tartrat) yang digunakan untuk mendapatkan sediaan serbuk <em>effervescent </em>yang bermutu baik yang ditunjukkan dari uji evaluasi sediaan. Serbuk <em>effervescent</em> dibuat menjadi 4 formula dengan metode granulasi basah dengan perbandingan natrium bikarbonat, asam tartrat dan asam sitrat 4:2:1 ; 3:2:2 ; 2:1:4 ; 1:4:2 dan akan di uji evaluasi. Berdasarkan hasil uji evaluasi serbuk <em>effervescent</em> sari kering ubi jalar ungu formula yang baik adalah formula I dan II karena formula tersebut memiliki karakteristik fisik yang baik, dengan stabilitas yang stabil, nilai sudut diam 10,48° dan 11,85°, kadar air 2 % dan 4 %, kecepatan alir 7,14 gr/detik dan 6,66 gr/detik, waktu melarut serbuk&nbsp; 170 detik dan 202 detik dan memiliki pH 7 dan 5. Dibandingkan dengan formula ke III dan ke IV memiliki karakteristik fisik yang kurang baik pada uji pH formula III dan IV yaitu memiliki pH 4 dan 3.</p> <p>&nbsp;</p> Ratih Paramitha Copyright (c) 2018 Jurnal Stikna http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/95 Sun, 20 Oct 2019 22:30:29 +0000 Formulasi Tablet Molding Daun Suji (Dracaena Angustifolia Roxb.) sebagai Pewarna Hijau Makanan Menggunakan Bahan Tambahan Sukrosa http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/96 <p>Daun suji (<em>Dracaena angustifolia</em> Roxb.) merupakan tumbuhan yang daunnya dimanfaatkan masyarakat sebagai pewarna hijau alami untuk makanan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan zat warna alami sari daun suji dengan bentuk tablet <em>molding</em> sebagai pewarna pada makanan, serta menentukan kestabilan zat warna tablet <em>molding</em> sari daun suji.</p> <p>Ekstrak daun suji di peroleh dengan cara penggerusan dan penghancuran menggunakan blender. Ekstrak dibuat sediaan berupa tablet <em>molding</em> dengan bahan tambahan sukrosa atau gula yang juga berfungsi sebagai bahan pengawet. Pewarna alami yang diperoleh diuji kesukaan (<em>Hedonic Test</em>) terhadap 12 panelis. Tablet <em>molding</em> ekstrak daun suji diuji stabilitas warnanya dengan berbagai pengaruh kondisi penyimpanan seperti penyimpanan pada suhu kamar, suhu dingin, penyimpanan pada lemari pengering (sinar lampu), dan penyimpanan yang terkena paparan sinar matahari yang diukur serapannya dengan menggunakan spektrofotometer UV/Vis pada panjang gelombang 652 nm. Evaluasi tablet meliputi pengujian keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, waktu hancur dan friabilitas.</p> <p>Hasil uji kesukaan (<em>Hedonic Test</em>) tablet ekstrak daun suji yang paling disukai panelis yaitu sediaan 1 penyimpanan dalam refrigerator. Stabilitas zat warna alami tablet <em>molding</em> ekstrak daun suji dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan atau kondisi tempat penyimpanan. Dimana penyimpanan pada refrigerator dapat mempertahankan stabilitas warna alami tablet ekstrak daun suji, dan secara visual warna dari sediaan tablet <em>molding</em> ini tetap berwarna hijau segar.</p> <p>Hasil evaluasi yaitu tablet ekstrak daun suji berdiameter 20 mm, tebal 5 mm, memenuhi syarat keseragaman bobot, kekerasan tablet 0,78 kg, friabilitas 9,2% dan waktu hancur dengan cakram 50,4 detik sedangkan tanpa cakram 118,3 detik.</p> Yachinta Azhar Copyright (c) 2019 Jurnal Stikna http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/96 Sun, 20 Oct 2019 22:38:58 +0000 EVALUASI TINGKAT KEPATUHAN PASIEN TUBERKOLOSIS TERHADAP PENGGUNA OBAT TUBERKOLOSIS DI PUSKESMAS http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/97 <p>Penyakit tuberkulosis merupakan penyakit menular yang bersifat kronik dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara-negara berkembang. Pada tahun 2011, kasus penemuan suspek TB dan BTA Positif di Puskesmas Kabupaten Deli Serdang masih relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kepatuhan penggunaan obat tuberkulosis di Puskesmas Kabupaten Deli Serdang dan memaparkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode deskriptif. Jumlah sampel yang diambil adalah 42 pasien TB yang memenuhi kriteria inklusi. Pengukuran tingkat kepatuhan menggunakan kuisioner Modified Morisky Scale (MMS) yang selanjutnya dianalisis menggunakan Case Management Adherence Guidelines (CMAG). Untuk faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan dianalisis secara deskriptif sederhana dengan menampilkan frekuensi dan persentase pasien dari masing-masing faktor yang menjadi fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 42 pasien (100%) memiliki kepatuhan yang tinggi. Deskripsi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan Obat Tuberkulosis di Puskesmas Kabupaten Deli Serdang adalah biaya pengobatan yang gratis (semua pasien tidak mengeluarkan biaya pengobatan), semua pasien memiliki motivasi dan pengetahuan yang tinggi serta dukungan dari petugas pelayanan kesehatan di Puskesmas (semua petugas senantiasa memberikan informasi tentang TB, sangat mendukung dan peduli kepada pasien dan mempunyai cukup waktu untuk konsultasi).</p> ERNAWATY GIINTING Copyright (c) 2019 Jurnal Stikna http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/97 Sun, 20 Oct 2019 22:48:33 +0000 PENGGUNAAN BENZODIAZEPIN PADA PASIEN PROGRAM TERAPI RUMATAN METADON FASE RUMATAN DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK MEDAN http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/98 <p>Penggunaan opiat secara suntik diketahui&nbsp; berdampak buruk kepada pasien. Untuk mengurangi dampak buruk tersebut, maka perlu dilakukannya intervensi kepada pasien.&nbsp; Salah satu pendekatan pengurangan dampak buruk <em>(harm reduction) </em>yang dapat dilakukan adalah dengan program terapi rumatan yaitu memberikan Metadon dalam sediaan cair, yang dikenal dengan nama Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM). Masalah baru yang mengganggukeberhasilan program ini adalah <em>drop out</em> (DO) pada pasien terapi metadon. Retensi atau lamanya paien berada pada terapi merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan PTRM ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dosis metadon terhadap retensi pasien dalam mengikuti program.</p> <p>Penelitian ini adalah penelitianklinisdenganrancanganstudipotong melintang. Data yang diperoleh dari rekammedispasien dan data primer pasien.Penelitian dilaksanakan di Klinik MetadonRSUP H.Adam Malik Medan.</p> <p>Jumlahsampel penelitian adalah pengguna napza suntik (penasun) yang mengikuti PTRM sebanyak 66 orang. Dari penelitian yang dilakukanterhadap66pasientersebut, diperolehpersentasepasienberjenis kelamin laki-laki (100%); usia antara 25-35 tahun (71,2,1%); pendidikan SMA sederajat 83,3%; sudah menikah 56,1%; sudah bekerja 63,6% dan jarak rata-rata tempat tinggal dengan klinik 16,93km. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dosis rata-rata rumatan&nbsp; terkecil dalam fase rumatan 47,9 mg dengan kisaran 1-165 mg; dosis rata-rata rumatan terbesar adalah 165,0mg dengan kisaran 2-185 mg. Pengaruh dosis rumatan terbesar menunjukkan pengaruh yang bermakna terhadap retensi dengan nilai p =0,015.Terdapat pengaruh yang bermakna terhadap retensi yaitu dosis rumatan terbesar dengan nilai p= 0,015 dan dosis bawa pulang (<em>take home dose </em>) dengan nilai p = 0, 027. Persentase penggunaan obat dan zat-zat lain yaitu BZO (64,1%);&nbsp; AMP (38,5%); MET (20,5%); dan THC (20,5%). Tidak terdapat pengaruh yang bermakna antara pengggunaan zat lain terhadap retensi dengan nilai BZO (p 0,389); AMP (p 0,360); MET (p 0,195); dan THC (p 0,470).</p> <p>Kesimpulan dari penelitian inibahwa semakin besar dosis metadon berpengaruh terhadap besar nya retensi.</p> Robiatun Rambe Copyright (c) 2019 Jurnal Stikna http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/98 Sun, 20 Oct 2019 22:53:38 +0000 FORMULASI TABLET MOLDING DAUN SUJI (Dracaena angustifolia Roxb.) SEBAGAI PEWARNA HIJAU MAKANAN MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAHAN SUKROSA http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/99 <p>Daun suji (<em>Dracaena angustifolia</em> Roxb.) merupakan tumbuhan yang daunnya dimanfaatkan masyarakat sebagai pewarna hijau alami untuk makanan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan zat warna alami sari daun suji dengan bentuk tablet <em>molding</em> sebagai pewarna pada makanan, serta menentukan kestabilan zat warna tablet <em>molding</em> sari daun suji.</p> <p>Ekstrak daun suji di peroleh dengan cara penggerusan dan penghancuran menggunakan blender. Ekstrak dibuat sediaan berupa tablet <em>molding</em> dengan bahan tambahan sukrosa atau gula yang juga berfungsi sebagai bahan pengawet. Pewarna alami yang diperoleh diuji kesukaan (<em>Hedonic Test</em>) terhadap 12 panelis. Tablet <em>molding</em> ekstrak daun suji diuji stabilitas warnanya dengan berbagai pengaruh kondisi penyimpanan seperti penyimpanan pada suhu kamar, suhu dingin, penyimpanan pada lemari pengering (sinar lampu), dan penyimpanan yang terkena paparan sinar matahari yang diukur serapannya dengan menggunakan spektrofotometer UV/Vis pada panjang gelombang 652 nm. Evaluasi tablet meliputi pengujian keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, waktu hancur dan friabilitas.</p> <p>Hasil uji kesukaan (<em>Hedonic Test</em>) tablet ekstrak daun suji yang paling disukai panelis yaitu sediaan 1 penyimpanan dalam refrigerator. Stabilitas zat warna alami tablet <em>molding</em> ekstrak daun suji dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan atau kondisi tempat penyimpanan. Dimana penyimpanan pada refrigerator dapat mempertahankan stabilitas warna alami tablet ekstrak daun suji, dan secara visual warna dari sediaan tablet <em>molding</em> ini tetap berwarna hijau segar.</p> <p>Hasil evaluasi yaitu tablet ekstrak daun suji berdiameter 20 mm, tebal 5 mm, memenuhi syarat keseragaman bobot, kekerasan tablet 0,78 kg, friabilitas 9,2% dan waktu hancur dengan cakram 50,4 detik sedangkan tanpa cakram 118,3 detik.</p> <p>&nbsp;</p> Yachinta Azhari Copyright (c) 2019 Jurnal Stikna http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/99 Sun, 20 Oct 2019 22:59:15 +0000 PERBANDINGAN METODE EKSTRAKSI TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDANDARI EKSTRAK SIMPLISIA RIMPANG INDUK KUNYIT (CURCUMA LONGA L.) http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/100 <p>Induk kunyit termasuk tanaman suku temu-temuan (<em>Zingiberaceae</em>) yang dimanfaatkan sebagai ramuan obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Induk kunyit diproduksi dalam bentuk ekstrak agar mutu induk kunyit tahan lama. Ekstrak dibuat bertujuan untuk menarik semua komponen senyawa kimia yang terdapat dalam simplisia. Ekstrak ini diperoleh melalui metode ekstraksi sederhana dengan metode maserasi. Metode ini dipilih karena lebih efektif dan memerlukan alat yang sederhana. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan aktivitas antioksidan dari serbuk simplisia rimpang induk kunyit dengan menggunakan dua metode maserasi.</p> <p>Hasil skrinning fitokimia yang didapatkan adanya senyawa flavonoid, tanin, saponin, alkaloid dan steroida. Hasil penelitian uji aktivitas antioksidan ketiga ekstrak termasuk kategori sangat kuat. IC<sub>50 </sub>ekstrak etanol maserasi konvensional sebesar 28,84ppm, IC<sub>50 </sub>ekstrak etanol elektrosintesis sebesar 49,75 ppm dan IC<sub>50 </sub>ekstrak air elektrosintesis sebesar 43,74ppm. Hal ini dapat disimpulkan bahwa perbedaan metode maserasi mempengaruhi uji aktivitas antioksidan. Ekstrak etanol maserasi konvensional nilai IC<sub>50 </sub>nya lebih kuat daya aktivitas antioksidannya dibandingkan dengan metode elektrosintesis, sebab senyawa kimia aktif metabolit sekunder dengan pelarut etanol teroksidasi menggunakan metode elektrosintesis dengan tegangan listrik yang cukup tinggi. Perbedaan pelarut dengan metode <em>coupling elektrosintesis</em>juga mempengaruhi uji aktivitas antioksidan. Ekstrak air nilai IC<sub>50 </sub>nya lebih kuat daya aktivitas antioksidannya.</p> Yachinta Azhari Copyright (c) 2019 Jurnal Stikna http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/100 Sun, 20 Oct 2019 23:12:34 +0000 PEMBUATAN KRIM PELEMBAB DARI LIKOPEN HASIL ISOLASI DAGING BUAH SEMANGKA (CITRULLUS LANATUS TUNB) DENGAN MENGGUNAKAN BY PRODUCT GLISEROL DARI ESTERIFIKASI MINYAK JELANTAH http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/101 <p>Pembuatan krim pelembab dari likopen hasil isolasi daging buah Semangka (Citrullus lanatus Tunb) dengan menggunakan by product gliserol dari minyak jelantah telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah pembuatan krim pelembab dari likopen daging buah semangka dan gliserol dari minyak jelantah, dengan metode refluks dari daging buah semangka dan transesterifikasi gliserol dari minyak jelantah. Pembuktian likopen pada daging putih buah semangka dan gliserol pada minyak jelantah dilakukan dengan analisis gugus fungsi menggunakan spektrofotometer FTIR, setelah gliserol dan likopen didapat dilanjutkan dengan pembuatan sediaan krim yang dibuat sebanyak 5 formulasi yaitu formula 1, 2, 3, 4, 5.</p> <p>&nbsp;Pembuatan sediaan krim yang pertama dibuat dari formula 1, 2, dan 3 dengan memodifikasi konsentrasi dari likopen, kemudian dilakukan uji parameter sediaan krim dan 3 formula tersebut dipilih formula yang paling bagus. Pembuatan krim dilanjutkan ke formula 4 dan 5 dengan memodifikasi konsentrasi hasil gliserol dari minyak jelantah, kemudian dilakukan uji parameter sediaan krim. Parameter uji yang dilakukan pada masing-masing formulasi adalah uji organoleptis, homogenitas, pengukuran pH, tipe emulsi, stabilitas sediaan, iritasi pada sukarelawan, dan kemampuan sediaan untuk melembabkan kulit menggunakan alat skin analyzer.</p> <p>Hasil gugus fungsi dari spektrofotometer FTIR daging buah semangka menunjukkan bahwa didalam daging putih semangka benar adanya likopen, hal ini dibuktikan dengan adanya gugus karbon rangkap dua (alkena) C=C dan gugus CH. Hasil gliserol dari minyak jelantah menunjukkan bahwa didalam minyak jelantah benar adanya gliserol, hal ini dibuktikan dengan adanya gugus CH dan OH. Hasil uji parameter sediaan krim yang dilakukan diperoleh, uji organoleptis F1-F5 tidak menunjukkan adanya perubahan, bau, bentuk, dan warna sediaan krim. Uji homogenitas F1-F5 sediaan krim pelembab menunjukkan tidak adanya butiranbutiran kasar. Uji pengukaran pH sediaan yang diperoleh rata-rata berada pada range pH kulit, namun pada uji stabiltas minggu ke-3 pada suhu 40°C formula 3-5 terjadi perubahan tekstur pada sediaan yang menunjukkan perubahan warna menjadi kekuningan, hal ini dapat disimpulkan bahwa faktor suhu mempengaruhi kestabilan krim, karena disebabkan pada setiap kenaikan suhu sebesar 10°C dapat meningkatkan laju reaksi menjadi dua kali lipat. Formulasi krim pelembab kulit dalam penelitian ini yang paling bagus adalah F2, karena formula ini yang stabil dalam penyimpanan.</p> Ratih Paramitha Copyright (c) 2019 Jurnal Stikna http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/101 Sun, 20 Oct 2019 23:16:29 +0000 UJI AKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL DAUN CIPLUKAN (PHYSALLIS MINIMA L.) TERHADAP MENICT JANTAN (MUS MUSCULUS) http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/102 <p>Daun ciplukan (<em>Physallis minima</em> L.) merupakan tanaman herbal yang mengandung flavonoid, saponin, alkaloid dan tanin. Senyawa tanin bersifat <em>adstringent</em> untuk mencegah disentri dan diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas antidiare ekstrak etanol daun ciplukan pada mencit jantan <em>(Mus musculus</em>). Penelitian ini dilakukan secara <em>in vivo</em> dengan menggunakan hewan mencit. Pengujian aktivitas antidiare ekstrak etanol daun ciplukan (EEDC) diinduksi dengan minyak jarak 0,5 ml dan diamati parameter yang terdiri dari, onset, frekuensi diare, konsistensi dan berat feses, serta durasi diare setiap 30 menit selama 5 jam. Metode antimotilitas dilakukan untuk mengukur panjang usus yang dilintasi marker. Data dianalisis dengan menggunakan uji <em>One-way ANOVA </em>dan <em>Post Hoc Tuckey</em>. Uji efek antidiare EEDC pada mencit jantan menunjukkan bahwa dosis 50,100, 200 dan 400 mg/kg bb memiliki efek sebagai anti diare dengan menunjukkan perbedaan signifikan dengan kontrol negatif (p&lt;0,05). Uji efek antidiare dengan metode induksi oleh minyak jarak menunjukkan bahwa EEDC dosis 200 mg/kg bb dan 400 mg/kg bb efektif sebagai antidiare dan tidak berbeda signifikan (p&gt;0,05) dengan kontrol positif sedangkan metode antimotilitas EEDC dosis 400 mg/kg bb efektif sebagai antidiare karena tidak memiliki perbedaan siginifikan (p&gt;0,05) dengan kontrol positif.</p> Ratih Paramitha Copyright (c) 2019 Jurnal Stikna http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/102 Sun, 20 Oct 2019 23:20:48 +0000 PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT INAP PENDERITA INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DI RSU CUT MUTIA ACEH UTARA http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/103 <p>ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) merupakan masalah kesehatan utama di negara berkembang.&nbsp; Secara umum penyebab infeksi disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, namun yang terbanyak disebabkan oleh virus dan bakteri. ISPA yaitu infeksi saluran pernapasan akut bagian atas dan bawah. Penyebab ISPA secara umum disebabkan oleh berbagai mikroorganisme. Antibiotik merupakan golongan obat yang paling banyak digunakan untuk mengatasi berbagai infeksibakteri,virus pada saluran pernapasan atas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap penderita ISPA di RSU CUT MUTIA Aceh Utara dan untuk mengetahui rasionalisasi penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap penderita ISPA di RSU CUT MUTIA Aceh Utara.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif yang dilakukan secara retrospektif. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2018. Populasi sebanyak 199 kasus dan dijadikan sebagai sampel sebanyak 133 kasus.</p> <p>Hasil penelitian profil penggunaan antibiotik berdasarkan jenis kelamin perempuan (59,40%), usia pada massa balita 0-5 tahun (23,31%),&nbsp; jenis antibiotik seftriakson (33,83%) , golongan antibiotik sefalosporin (69,69%), bentuk sediaan injeksi (65,10%), dan jenis penyakit ISPA dan lain- lain (33,08%). Kerasionalan penggunaan antibiotik dengan hasil berdasarkan tepat indikasi (100%),tepat obat (100%) tepat pasien (100%), tepat cara pemberian (100%) dan tepat dosis (88,88%).</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> Zulfikri Copyright (c) 2019 Jurnal Stikna http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/103 Sun, 20 Oct 2019 23:25:18 +0000