Jurnal Stikna http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna <p>Jurnal STIKNA : Jurnal sains, teknologi, Farmasi dan kesehatan</p> STIKes Nurliana (STIKNA) Medan en-US Jurnal Stikna 2579-7603 HUBUNGAN DURASI KERJA DENGAN KANDUNGAN TIMBAL DAN HEMOGLOBIN DARAH PADA PETUGAS DINAS PERHUBUNGAN DI TERMINAL AMPLAS TAHUN 2018 http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/64 <p>Timbal umum ditemukan pada bahan bakar terutama bensin dapat mengakibatkan masalah kesehatan masyarakat. Keberadaan timbal dalam darah merusak sistem pernapasan, sistem saraf, serta meracuni darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan durasi kerja dengan kadar timbal dan hemoglobin darah pada petugas dinas perhubungan UPT terminal amplas tahun 2018.</p> <p>Penelitian ini menggunakan desain cross sectional untuk menganalisis hubungan durasi kerja dengan kadar timbal dan hemoglobin responden. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan 30 orang responden yang merupakan petugas lapangan apakah ada hubungan durasi kerja dengan kadar timbal dan hemoglobin darah pada petugas dinas perhubungan UPT terminal amplas</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 responden memiliki kadar timbal dalam darah &lt;5 µg / dl, 14 responden memiliki kadar timbal dalam darah 5-10 µg / dl, dan tidak ada responden yang memiliki timbal darah &gt;10 µg / dl. Seluruh responden memiliki kadar hemoglobin normal. Terdapat hubungan yang signifikan durasi kerja dengan timbal darah petugas dinas perhubungan UPT terminal amplas.</p> <p>Disarankan untuk melakukan sosialisasi dan monitoring paparan timbal pada petugas dinas perhubungan UPT terminal amplas</p> Vina Anggina Hutasuhut Mariany Razaly Khodijah Tussolihin Dalimunthe Copyright (c) 2018 2018-12-31 2018-12-31 2 02 29 32 UJI TOKSISITAS SUBAKUT EKSTRAK DAUN TEMBAKAU (Nicotiana Tabacum L.) YANG DIFERMENTASI TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI ORGAN VITAL MENCIT(Mus Musculus) http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/71 <p>Penilitian ini mempunyai tujuan jangka panjang yang ingin di capai adalah mengetahui toksisitas dari tanaman tembakau yang terfermentasi yang diaplikasikan pada mencit, dan melihat histologi dari organ vital pada mencit. Target &nbsp;khusus &nbsp;yang&nbsp; ingin &nbsp;dicapai &nbsp;dalam &nbsp;penelitian &nbsp;ini &nbsp;adalah &nbsp;Mengetahui toksisitas sub akut daun tembakau yang terfermentasi yang diaplikasikan pada mencit, dilihat melalui histologi organ vital mencit, Mengetahui dosis toksin yang ditimbulkan daun tembakau yang terfermentasi untuk kesehatan masyarakat. Metode &nbsp;yang&nbsp; akan &nbsp;di &nbsp;pakai &nbsp;untuk &nbsp;mencapai &nbsp;tujuan &nbsp;jangka &nbsp;panjang &nbsp;dalam penelitian ini menggunakan penelitian secara eksperimen dengan ketentuan- ketentuan menentukan sampel Mencit (Mus Musculus) , Pengambilan sampel Mencit sebanyak 36 ekor berdasarkan berat badan, jenis kelamin., Pemberian toksin daun tembakau yang terfermentasi terhadap mencit, Pemeriksaan uji toksisitas sub akut terhadap mencit dan melihat histologi organ vita pada mencit.</p> Novita Sari Barus Sony Sony Salman Salman Mahmudi Mahmudi Rita Sunartaty Copyright (c) 2018-12-11 2018-12-11 2 02 33 40 EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN CIPLUKAN (Physalis minima L) TERHADAP RELAKSASI OTOT POLOS TRAKEA MARMUT TERISOLASI (Cavia porcellus) (THE EFFECT OF PHYSALIS MINIMA L’S LEAF ETHANOL EXTRACT TO THE ISOLATED SMOOTH MUSCLE RELAXATION OF GUINEA PIG’S (Cavia porcellu http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/72 <p>Asma merupakan suatu penyakit akibat penyempitan saluran pernapasan dengan prevalensi sekitar 20% di dunia. Salah satu tujuan pengobatan asma yaitu menurunkan kontraksi otot polos bronkus. Ciplukan (<em>Physalis minima</em> L.) merupakan tanaman herbal yang mengandung alkaloid, glikosida, flavonoid, saponin, tanin dan steroid/ triterpenoid yang digunakan untuk mengobati asma. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah ekstrak etanol daun ciplukan (EEDC) dapat merelaksasikan otot polos trakea marmut terisolasi yang diinduksi dengan asetilkolin.</p> <p>Penelitian ini dilakukan secara <em>in vitro</em> dengan menggunakan alat <em>organ bath</em>. Parameter yang diukur adalah kontraksi dan relaksasi otot polos trakea marmut terisolasi. Sebelum dilakukan pengujian, trakea diinkubasi dalam <em>organ bath </em>yang berisi larutan kreb’s pada suhu 37ºC dan diaerasi dengan gas O2:CO2 (95%:5%). Pengujian efek relaksasi dilakukan setelah trakea marmut dikontraksi dengan asetilkolin, kemudian diberikan konsentrasi kumulatif EEDC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EEDC (0,5-4 mg/ml) merelaksasikan otot polos trakea marmut terisolasi yang dikontraksikan dengan asetilkolin 1,43 x 10<sup>-4</sup>M (r=0,982; p&lt;0,05). EEDC pada konsentrasi 4mg/ml tidak berbeda nyata dengan atropin sulfat 1 x 10<sup>-6</sup>M dalam menurunkan kontraksi otot polos trakea marmut terisolasi yang diinduksi oleh asetilkolin 1,43 x 10<sup>-4</sup> M (p&gt;0,05).</p> Evi Depiana Gultom Copyright (c) 2018 2018-12-31 2018-12-31 2 02 41 46 HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN TERHADAP PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA LAS BESI DI KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2018 http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/73 <p><em>Data from the International Labor Organization (ILO) in 2013, as many as 1 worker in the world die every 15 seconds due to work accidents and 160 workers experience work-related illness due to behavior of not using Personal Protective Equipment (PPE). The purpose of this study is to determine the relationship of knowledge, attitudes, and actions on the use of Personal Protective Equipment (PPE) on iron welding workers. This type of research is analytic survey with cross sectional design. The study was conducted in Percut Sei Tuan District, Deli Serdang District. The population in this study were 378 people and 79 samples were obtained. Measurement using questionnaires and observations. Data were analyzed by univariate and bivariate using Chi-Square test at 95% confidence level (a = 0.05). The results showed that knowledge was significantly related to the use of personal protective equipment (PPE) in Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency in 2018 (p-value) = 0.021 &lt;0.05. Attitudes are significantly related to the use of personal protective equipment (PPE) in Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, 2018 (p-value) = 0.024 &lt;0.05. The actions are significantly related to the use of personal protective equipment (PPE) in Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, 2018 (p-value) = 0.001 &lt;0.05. It is recommended to health workers at the Puskesmas Percut Sei Tuan to provide counseling on the importance of using personal protective equipment for iron welding workers to reduce the number of accidents due to unsafe work.</em></p> Khodijah Tussolihin Dalimunthe Dyayu Bagus Mithami Copyright (c) 2018 2019-01-07 2019-01-07 2 02 47 54 STRATEGI PEMASARAN HASIL TANGKAPAN IKAN TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN TRADISIONAL DI DESA PALUH SIBAJI KECAMATAN PANTAI LABU KABUPATEN DELI SERDANG http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/74 <p>Perairan Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu wilayah perairan yang memiliki sumber daya ikan yang cukup di Kabupaten Deli Serdang. Sumber daya ikan tersebut telah banyak dimanfaatkan oleh nelayan di Kabupaten Deli Serdang. Tingginya produksi ikan hasil tangkapan tersebut perlu didukung oleh pemasaran yang baik agar semua pelaku usaha dapat memperoleh manfaat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk&nbsp; menentukan Strategi Pemasaran Hasil Tangkapan Ikan Di desa Paluh Sibaji Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Deli Serdang. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan yang melakukan kegiatan menangkap ikan di Kecamatan Pantai Labu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei, sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan Analisis swot.</p> <p>Hasil penelitian menunjukan strategi yang diperoleh untuk meningkatkan pemenasaran hasil tangkapan ikan nelayan tradisional di desa Paluh Sibaji Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang adalah strategi SO (<em>Strengths</em>-<em>Opportunites </em>yaitu mengunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan kegiatan Meningkatkan Produksi Optimalkan peran SDM untuk meningkatkan pemasaran produk di pasaran. (S1-O1) Tingkatkan kontinuitas dan kelancaran distribusi (S2-O3) Perluas pangsa pasar dengan sistem distribusi yang handal dan optimalisasi pemasaran (S3-O3) Pemberdayaan&nbsp; SDM dalam memanfaatkan kemudahan memasarkan hasil tangkapan ikan &nbsp;(S1-03) Optimalkan kualitas ikan sesuai kebutuhan pasar untuk mencapai harga sesuai pasaran (S3-04) Sosialisasi tenaga kerja&nbsp; agar memahami peran pemerintah&nbsp; dalam pengamanan nelayan &nbsp;(S4-O2).</p> <p>Berdasarkan uji F modal kerja, pengalaman melaut dan jarak tempuh memiliki pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap pendapatan nelayan. Berdasarkan Uji t disimpulkan bahwa yang paling dominan mempengaruhi pendapatan nelayan adalah jarak tempuh. Pada hasil analisis koefisien derterminasi didapat nilai <em>R Square </em>(R<sup>2</sup>)<sup>&nbsp; </sup>sebesar 0,440 yang berarti bahwa 44,0% variabel pendapatan nelayan dapat dipengaruhi oleh modal kerja, pengalaman melaut dan jarak tempuh. Sedangkan 56% sisanya dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.</p> Iffan Fuady Harahap Anggi Tias Pratama Abdul Rizal i Copyright (c) 2018 2019-01-07 2019-01-07 2 02 55 64 PENENTUAN KOMPONEN DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI MINYAK ATSIRI BAHAN SEGAR RIMPANG JAHE GAJAH (Zingiber officinale Roscoe var. officinale) http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/75 <p>Telah dilakukan isolasi dan penentuan komponen serta uji aktivitas antioksidan minyak atsiri bahan segar rimpang jahe gajah (<em>Zingiber officinale</em> Roscoe var. <em>officinale</em>). Isolasi minyak atsiri dilakukan dengan destilasi stahl dan komponen kimianya dianalisis menggunakan GC-MS. Dimana diperoleh Komponen minyak atsiri yang dominan adalah geranial (13,97%), 1,8-sineol (12,6%), neral (10,94%), kamfen (8,63%), zingiberen (6,17%). Setelah itu, minyak atsiri dan ekstrak ditentukan aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH radikal bebas. Nilai IC50 yang diperoleh adalah 1.218,70 μg/ml. hal ini menunjukkan bahwa minyak atsiri rimpang segar jahe gajah memiliki sifat antioksidan.</p> Ratih Paramitha Edi Tantono Copyright (c) 2018 2018-12-31 2018-12-31 2 02 65 69 USE OF GRID COMPUTING INFRASTRUCTURES FOR IN-SILICO DRUG DISCOVERY AND DRUG DESIGN : A REVIEW http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/76 <p>The development of new drugs with potential therapeutic applications is one of the most complex and difficult in the discovery of new drugs. Discovery new drug candidate compounds also require millions of dollars and takes many years to become a new drug that is ready to be marketed. One of the main challenges facing researchers in drug discovery is the need for data access and the need for massive computing power in a collaborative environment. Grid techniques can present an architectural framework that aims to provide access to heterogeneous resources in a way that is secure, reliable and scalable. Computer grid technology provides innovative infrastructure for the application of scientific and industrial complex in the field of search research and drug design. In this review, we discuss the application of computer grid technology for drug discovery, which is accompanied by an overview of computer grid architecture for drug discovery.</p> Salman Salman Copyright (c) 2019 STIKes Nurliana Medan 2019-08-17 2019-08-17 2 02 70 75 Pemanfaatan Ubi Jalar Ungu Sebabagi Antikoksidan Dalam Bentuk Sediaan Effervessent http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/95 <p>Ubi jalar ungu (<em>Ipomoea batatas</em> L.) sebagai sumber antosianin yang dapat berfungsi sebagai antioksidan, antimutagenik, dan antikarsinogenik. Dalam penelitian ini ubi jalar ungu akan diformulasikan menjadi sediaan serbuk <em>effervescent</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ubi jalar ungu dapat&nbsp; diformulasikan menjadi sediaan serbuk <em>effervescent</em> dan pada formula keberapa yang paling efektif dengan perbandingan antara basa (natrium bikarbonat)&nbsp; dan asam (asam sitrat dan asam tartrat) yang digunakan untuk mendapatkan sediaan serbuk <em>effervescent </em>yang bermutu baik yang ditunjukkan dari uji evaluasi sediaan. Serbuk <em>effervescent</em> dibuat menjadi 4 formula dengan metode granulasi basah dengan perbandingan natrium bikarbonat, asam tartrat dan asam sitrat 4:2:1 ; 3:2:2 ; 2:1:4 ; 1:4:2 dan akan di uji evaluasi. Berdasarkan hasil uji evaluasi serbuk <em>effervescent</em> sari kering ubi jalar ungu formula yang baik adalah formula I dan II karena formula tersebut memiliki karakteristik fisik yang baik, dengan stabilitas yang stabil, nilai sudut diam 10,48° dan 11,85°, kadar air 2 % dan 4 %, kecepatan alir 7,14 gr/detik dan 6,66 gr/detik, waktu melarut serbuk&nbsp; 170 detik dan 202 detik dan memiliki pH 7 dan 5. Dibandingkan dengan formula ke III dan ke IV memiliki karakteristik fisik yang kurang baik pada uji pH formula III dan IV yaitu memiliki pH 4 dan 3.</p> <p>&nbsp;</p> Ratih Paramitha Copyright (c) 2018 Jurnal Stikna 2019-10-20 2019-10-20 2 02 PENGGUNAAN BENZODIAZEPIN PADA PASIEN PROGRAM TERAPI RUMATAN METADON FASE RUMATAN DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK MEDAN http://stikna.ac.id/jurnal/index.php/stikna/article/view/98 <p>Penggunaan opiat secara suntik diketahui&nbsp; berdampak buruk kepada pasien. Untuk mengurangi dampak buruk tersebut, maka perlu dilakukannya intervensi kepada pasien.&nbsp; Salah satu pendekatan pengurangan dampak buruk <em>(harm reduction) </em>yang dapat dilakukan adalah dengan program terapi rumatan yaitu memberikan Metadon dalam sediaan cair, yang dikenal dengan nama Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM). Masalah baru yang mengganggukeberhasilan program ini adalah <em>drop out</em> (DO) pada pasien terapi metadon. Retensi atau lamanya paien berada pada terapi merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan PTRM ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dosis metadon terhadap retensi pasien dalam mengikuti program.</p> <p>Penelitian ini adalah penelitianklinisdenganrancanganstudipotong melintang. Data yang diperoleh dari rekammedispasien dan data primer pasien.Penelitian dilaksanakan di Klinik MetadonRSUP H.Adam Malik Medan.</p> <p>Jumlahsampel penelitian adalah pengguna napza suntik (penasun) yang mengikuti PTRM sebanyak 66 orang. Dari penelitian yang dilakukanterhadap66pasientersebut, diperolehpersentasepasienberjenis kelamin laki-laki (100%); usia antara 25-35 tahun (71,2,1%); pendidikan SMA sederajat 83,3%; sudah menikah 56,1%; sudah bekerja 63,6% dan jarak rata-rata tempat tinggal dengan klinik 16,93km. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dosis rata-rata rumatan&nbsp; terkecil dalam fase rumatan 47,9 mg dengan kisaran 1-165 mg; dosis rata-rata rumatan terbesar adalah 165,0mg dengan kisaran 2-185 mg. Pengaruh dosis rumatan terbesar menunjukkan pengaruh yang bermakna terhadap retensi dengan nilai p =0,015.Terdapat pengaruh yang bermakna terhadap retensi yaitu dosis rumatan terbesar dengan nilai p= 0,015 dan dosis bawa pulang (<em>take home dose </em>) dengan nilai p = 0, 027. Persentase penggunaan obat dan zat-zat lain yaitu BZO (64,1%);&nbsp; AMP (38,5%); MET (20,5%); dan THC (20,5%). Tidak terdapat pengaruh yang bermakna antara pengggunaan zat lain terhadap retensi dengan nilai BZO (p 0,389); AMP (p 0,360); MET (p 0,195); dan THC (p 0,470).</p> <p>Kesimpulan dari penelitian inibahwa semakin besar dosis metadon berpengaruh terhadap besar nya retensi.</p> Robiatun Rambe Copyright (c) 2019 Jurnal Stikna 2019-10-20 2019-10-20 2 02 113 132