STRATEGI PEMASARAN HASIL TANGKAPAN IKAN TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN TRADISIONAL DI DESA PALUH SIBAJI KECAMATAN PANTAI LABU KABUPATEN DELI SERDANG

  • Iffan Fuady Harahap Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah
  • Anggi Tias Pratama Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah
  • Abdul Rizal i Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah
Keywords: strategi pemasaran, hasil tangkapan ikan, pemasaran

Abstract

Perairan Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu wilayah perairan yang memiliki sumber daya ikan yang cukup di Kabupaten Deli Serdang. Sumber daya ikan tersebut telah banyak dimanfaatkan oleh nelayan di Kabupaten Deli Serdang. Tingginya produksi ikan hasil tangkapan tersebut perlu didukung oleh pemasaran yang baik agar semua pelaku usaha dapat memperoleh manfaat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  menentukan Strategi Pemasaran Hasil Tangkapan Ikan Di desa Paluh Sibaji Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Deli Serdang. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan yang melakukan kegiatan menangkap ikan di Kecamatan Pantai Labu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei, sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan Analisis swot.

Hasil penelitian menunjukan strategi yang diperoleh untuk meningkatkan pemenasaran hasil tangkapan ikan nelayan tradisional di desa Paluh Sibaji Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang adalah strategi SO (Strengths-Opportunites yaitu mengunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan kegiatan Meningkatkan Produksi Optimalkan peran SDM untuk meningkatkan pemasaran produk di pasaran. (S1-O1) Tingkatkan kontinuitas dan kelancaran distribusi (S2-O3) Perluas pangsa pasar dengan sistem distribusi yang handal dan optimalisasi pemasaran (S3-O3) Pemberdayaan  SDM dalam memanfaatkan kemudahan memasarkan hasil tangkapan ikan  (S1-03) Optimalkan kualitas ikan sesuai kebutuhan pasar untuk mencapai harga sesuai pasaran (S3-04) Sosialisasi tenaga kerja  agar memahami peran pemerintah  dalam pengamanan nelayan  (S4-O2).

Berdasarkan uji F modal kerja, pengalaman melaut dan jarak tempuh memiliki pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap pendapatan nelayan. Berdasarkan Uji t disimpulkan bahwa yang paling dominan mempengaruhi pendapatan nelayan adalah jarak tempuh. Pada hasil analisis koefisien derterminasi didapat nilai R Square (R2)  sebesar 0,440 yang berarti bahwa 44,0% variabel pendapatan nelayan dapat dipengaruhi oleh modal kerja, pengalaman melaut dan jarak tempuh. Sedangkan 56% sisanya dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

References

Effendie, M. I. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta.

Zonneveld, N. , E. A. Huisman, J. H. Boon. 1991. Prinsip-prinsip budidaya ikan. Terjemahan. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Rewoldt, Stewarth H., et.al. (1991). ‘Perencanaan dan Strategi Pemasaran’. Rineka Cipta. Jakarta.

Sarma, M .(1994). ‘Pengantar IImu Ekonomi Pertanian’. FP – IPB. Bogor.

Kotler, Philip & Armstrong (2012): Marketing Management 14th Edition New Jersey: Pretice Hall.

Kotler, Philip & Armstrong (2012): Marketing Management 14th Edition New Jersey: Pretice Hall.

Kotler, Philip & Armstrong (2012): Marketing Management 14th Edition New Jersey: Pretice Hall.

Rangkuti, Freddy. 2013. Teknik Membedah Kasus Bisnis Analisis SWOT Cara sPerhitungan Bobot, Rating, dan OCAI. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Fauzia, shifa. “Analisi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan dipulau Untung Jawa Kepulauan Seribu Jakarta Utara”.Skripsi. Bogor : Fakultas ekonomi dan manajemen, 2011.
Published
2019-01-07