EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN CIPLUKAN (Physalis minima L) TERHADAP RELAKSASI OTOT POLOS TRAKEA MARMUT TERISOLASI (Cavia porcellus) (THE EFFECT OF PHYSALIS MINIMA L’S LEAF ETHANOL EXTRACT TO THE ISOLATED SMOOTH MUSCLE RELAXATION OF GUINEA PIG’S (Cavia porcellu

  • Evi Depiana Gultom STIKes Nurliana Medan
Keywords: Ekstrak etanol daun Ciplukan, asetilkolin, marmut, trakea, relaksasi, in vitro.

Abstract

Asma merupakan suatu penyakit akibat penyempitan saluran pernapasan dengan prevalensi sekitar 20% di dunia. Salah satu tujuan pengobatan asma yaitu menurunkan kontraksi otot polos bronkus. Ciplukan (Physalis minima L.) merupakan tanaman herbal yang mengandung alkaloid, glikosida, flavonoid, saponin, tanin dan steroid/ triterpenoid yang digunakan untuk mengobati asma. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah ekstrak etanol daun ciplukan (EEDC) dapat merelaksasikan otot polos trakea marmut terisolasi yang diinduksi dengan asetilkolin.

Penelitian ini dilakukan secara in vitro dengan menggunakan alat organ bath. Parameter yang diukur adalah kontraksi dan relaksasi otot polos trakea marmut terisolasi. Sebelum dilakukan pengujian, trakea diinkubasi dalam organ bath yang berisi larutan kreb’s pada suhu 37ºC dan diaerasi dengan gas O2:CO2 (95%:5%). Pengujian efek relaksasi dilakukan setelah trakea marmut dikontraksi dengan asetilkolin, kemudian diberikan konsentrasi kumulatif EEDC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EEDC (0,5-4 mg/ml) merelaksasikan otot polos trakea marmut terisolasi yang dikontraksikan dengan asetilkolin 1,43 x 10-4M (r=0,982; p<0,05). EEDC pada konsentrasi 4mg/ml tidak berbeda nyata dengan atropin sulfat 1 x 10-6M dalam menurunkan kontraksi otot polos trakea marmut terisolasi yang diinduksi oleh asetilkolin 1,43 x 10-4 M (p>0,05).

References

Alsagaff, H. (2010). Dasar-dasar Ilmu Penyakit Paru. Surabaya: Universitas Airlangga Pressa. Hal. 263.
Anonim. (2009). Atropin Tanggal akses 20 Desember 2017 http://olip-faradayszone.blogspot.co.id/2009/11/html.
Astuti, P., Yunus, F., Antariksa, B., dan Ratnawati. (2011). Prevalensi dan Gejala Klinis Obstructive Sleep Apnea (OSA) pada Pasien Asma. Journal Indonesia Medical Association. 61(7): 273-279.
Efendi, M. (1998). Pengaruh Alkaloid Daun Ciplukan (Physalis minima L) terhadap Kontraktilitas Sediaan Aorta Terpisah Kelinci denganStimulasi Noradrenalin Eksogen. Skripsi. Malang: Jurusan Biologi FMIPA Universitas Brawijaya. Hal. 31.
Gibbs, M.A., Camargo, C.A., Rowe, B.H., dan Silverman, R.A. (2000). State of the art;therapeutic controversies in severe acute asthma. Academerg,med.

Gosens, R., Zaagsma, J., Meurs, H., dan Halayko, A.J. (2006). Muscarinic Receptor Signaling in the Pathophysiology of Asthma and COPD. Respiratory Research. 7(73): 1-15.
Hall, I.P. (2000). Second Messengers, Ion Channels and Pharmacology of Airway Smooth Muscle. European Respiratory Journal. 4(15): 1120-1127.
Harahap, U., Marianne., Yuliasmi, S., Husori, D.I., dan Ernawaty. (2015). Sistem Saraf Perifer dan Kontribusi Bahan Alam Untuk Memahami Fungsi dan Mekanismenya. Medan: USU Press. Hal. 100,101,102,119,138,139,141,162.
Harahap, U., Husori, D.I., Marianne., Yuliasmi, S., Patilaya, P., Laila, L., et al. (2017). Inhibitory Effect of Ethanolic Extract of Curanga Fel-Terrae (Pugun Tano) Leaves on Acetylcholine Muscarinic-3 Receptors Induced on Isolated Guinea Pig Tracheal. Asean Journal of Pharmaceutical and Clinical Research.Vol 10, Issue 1, 2017. Hal. 2-3.
Harborne, J.B. (1996). MetodeFitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Penerjemah: Kosasih Padmawinata dan Iwang Soediro. Terbitan Kedua. Bandung: Penerbit ITB. Hal. 147.
Husori, D.I. (2011). Peranan Epitelial Terhadap Efek Relaksasi Senyawa Marmin dari Aegle marmelos Correa pada Otot Polos Trakea Marmut Terisolasi. Tesis. Yogyakarta: Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. Hal. 16, 27, 30, 33.
Ikawati, Z. (2006). Pengantar Farmakologi Molekuler. Yogyakarta: Gajah mada University Press. Hal.61-63,67.
McFadden ER. (2001). Disease of The Respiratory System. In: Harrison’s Principles of Internal Medicine. 15th ed. Nort America: The Mcgraw-Hil Companies, Inc : 1456-1462.
Mulchandani P. (1979). Planca Medica Journal of Medicinal Plant Research. Physalin D A New 13,14- seco-16 24-cyclo Steroid FromPhysalis Minima ;37.
Nugroho, A.E. (2012). Farmakologi Obat-Obat Penting dalam Pembelajaran Ilmu Farmasi dan Dunia Kesehatan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Hal. 16, 22-23, 183.
Oenema, T.A. (2013). Muscarinic Receptors in Airway Smooth Muscle: Roles in inflammation and remodeling. Dissertation. University of Groningen – Netherlands. Hal. 15.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), 2013, Pedoman Diagnosis & penatalaksanaan asma di Indonesia http://www.klikpdpi.com/konsensus/asma/asma.html, diakses 3 Oktober 2016.
Priyantoro, STY., Sudjari dan Karyono,S.S. (2004). Efek Ekstrak Daun Ciplukan (Physalis minima L) Terhadap Relaksasi Otot Polos Terpisah Trakea Marmut (Cavia porcellus).Jurnal Kedokteran. Malang: Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. 20(1):35-37.
Rahajoe, N., Supriyanto, B, dan Setyanto, D.B. (2008). Buku Ajar Respilogi Anak. Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia. Hal. 89.
Rizki, M.I, Lutfi, C, Akhmad, N, dan Baharudin, Y. (2015) Tanaman dengan aktivitas anti-asma.Jurnal Pharmascience.Vol 3,Nomor 1, 2015. Hal.6.
Struckman, N., Schwering, S., Wiegand, S., Gschnell, A., Yamada, M., dan Kummer, (2003), Role of muscarinic Receptor subtypes in the Constriction of peripheral Airways: Studies on Receptor-Deficient Mice, Mol.Pharmacol., 64, 1444-1451.
Sudowo, A.W., Setiyohadi, B., Alwi., Simadibrata, K.M., dan Setiati. (2006). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV. Jilid I. Jakarta: Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Hal. 247
Sulistia, GG., Rianto, G., Suyana, FD., Purwantyastuti dan Nafrialdi. (1995). Farmakologi dan Terapi Farmakologi FKUI. Edisi 4. Jakarta: Gaya Baru: 40-76.
Tarannita, C., Permatasari, Nur., dan Sudiarto. (2006). Efek Hambatan Ekstrak Daun Ciplukan (Physalis minima L.) Terhadap Kontraktilitas Otot Polos Usus Halus Terpisah Marmut dengan Stimulasi Metakolin Eksogen. Jurnal. Malang: Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Vogel, H.G. (2002). Drug Discovery and Evaluation: Pharmacological Assays. Germany: Springer-Verlag, Berlin Heidelberg. Hal. 353.
Wakhidatin, N. (1996). Pengaruh Ekstrak Alkohol dari Daun Ciplukan (Physalis minima L.) terhadap Kontraktilitas Sediaan Arteri Terpisah Tikus (Rattus rattus Strain Wistar).Skripsi. Malang: Jurusan Biologi FMIPA Universitas Brawijaya. Hal. 25.
WHO.(2003).prevention of allergy and allergic Asthma, WHO Document and Publication Service, Geneva, Switzerland, http://whqlibdoc.who.int/hq/2003/WHO_NHM_MNC_CRA_pdf, diakses tanggal 3 Oktober 2016.
Published
2018-12-31